Skip to content

Search engine tanpa internet

January 14, 2014
Mungkin karena sudah demikian tertanam di benak, setiap kali kita mendengar ‘search engine’, langsung terbayang Google. Si Mbah satu itu memang luarbiasa. Algoritma pencariannya terbukti ampuh. Tapi mesin pencari bukan cuma Google. Dan bahkan tidak berarti harus internet.

Misalkan kita perlu mengakses sebuah file dan anggap saja kapasitas sistem yang sehari-hari kita pakai relatif besar (menggunakan beberapa hard disk, katakanlah). Yang jadi masalah: kita lupa nama file-nya, dan lupa pula di hard disk mana adanya. Lalu? Jelas ini bukan tipe kerjaan untuk si Mbah. Kesaktiannya tidak dimaksudkan untuk perkara seperti ini (Menggunakan fasilitas search dari Windows? Please, deh!). Tapi untunglah ada search engine yang mampu mengatasi tipikal problem seperti ini. Sebuah program mungil (<600 KB) dengan hasil instan. Dan gratis.

*****

Sebelum melanjutkan, ada  tiga hal yang perlu ditegaskan tentang search engine ini: 1) karena tanpa internet, berarti hanya untuk sistem lokal; 2) ini adalah ‘pelacak file‘ (termasuk folder/directory)—bukan ‘pemburu konten/data’; 3) khusus sistem NTFS.

Langsung saja, nama programnya adalah Everything. Dinamai seperti itu karena pada saat pertama kali dijalankan ia akan langsung mendata semua filename yang ada di seluruh sistem. Jadi kata kunci pencarian (search keyword) yang kita masukkan pada dasarnya justru untuk memfilter agar outputnya menjadi lebih spesifik/sedikit. Contoh:

Keyword
intro
*.*
.sys
????
?a*51
Arti/efek (mencari/menampilkan file-file yang):
bernama ‘intro’ (uppercase/lowercase tak jadi soal)
semuanya, apa saja [hasilnya sama dengan jika dikosongkan]
ber-extension ‘sys’
terdiri dari empat karakter
karakter keduanya ‘a’ dan diakhiri dengan ’51’ (berapa pun panjangnya)

Perhatikan bahwa kita bisa menggunakan wildcard character (‘?‘ dan ‘*‘). Dan kalau perlu kita bahkan bisa menggunakan ‘illegal character’ (seperti ‘:‘)—misalnya kita inputkan H: (atau h:), maka kita akan ‘dibawa’ ke drive H: (jika memang drive dengan penamaan seperti itu ada dalam sistem).

Saat mencoba melakukan pencarian “.sys” dengan menggunakan fasilitas search dari Windows, lima menit belum juga selesai (langsung abort). Tak heran, karena sistem yang digunakan terdiri dari enam drive (C:, D: dst) yang terbagi dalam tiga hard disk dengan total kapasitas 1,4 TB (total space terpakai 1 TB atau ±70% kapasitas). Lalu durasi pencarian jika menggunakan Everything? Satu detik. Kurang, malah.

every ----(4)Cukup sedetik — Contoh pencarian “????” (klik gambar untuk memperbesar).

Dan durasi eksekusinya akan tetap sama saja baik untuk keyword pencarian yang sederhana [intro], kompleks [?a*51] atau bahkan seluruh environment [*.*]—di mana dalam sistem yang digunakan untuk uji coba ini ada lebih dari 100 ribu files.

Bagaimana mungkin perbedaannya bisa seekstrim itu? Rahasianya ada pada logic atau model penalarannya. Bisa dibilang, Windows melakukan search secara ‘fisik’ (ibarat petugas sensus, mendatangi rumah satu-persatu), sedangkan pelacak kecil yang gesit ini hanya memeriksa ‘daftar hadir’ yang notabene sudah dibuat Windows (‘indexing’ ini dilakukan hanya saat pertama kali dijalankan atau upload ke memory). Dengan kata lain–dalam menjalankan tugas, petugas sensus ciptaan David Carpenter ini bahkan tidak pernah merasa perlu untuk mendatangi satu rumah pun(!).

*****

Kembali ke masalah awal: bagaimana jika lupa? Kata ini mungkin agak menyesatkan karena sepertinya kita tidak terlalu mudah untuk sama sekali tidak ingat—yang ada lupa-lupa ingat, misalnya: lupa nama file contoh pengantar skripsi yang dulu sempat kita simpan (‘intro1’, ‘intr-1’ atau ‘pengantar’?) —atau—- lupa nama file data tanah di Banjarmasin yang dulu pernah kita edit (‘banjar’, ‘bm-tawaran’ atau ‘data_tanah’?).

Kenapa pusing? Satu detik bukan waktu yang lama (bahkan meski jika harus dijalani belasan kali). Jadi coba saja semua. Sambil periksa bagaimana hasilnya, mungkin akan lebih ingat. Dan jika ada hasil yang perlu pemeriksaan lebih jauh, bisa langsung di-enter (tak perlu harus keluar dulu dari Everything). Kalau mau, situsnya ada di sini:

http://www.voidtools.com/

Selamat mencoba.

——————–
NB:
● Lisensi program (Everything): freeware
● OS yang digunakan dalam uji coba: Windows XP Pro. (2002) Service Pack 2
● Versi Everything yang digunakan untuk uji coba: 1.2.1.371 (portable).
Tidak untuk sistem FAT ataupun drive yang di-mount dengan Linux (cek di sini).
● Tidak dianjurkan untuk environment yang multiuser.
● Semua unduhan yang Anda lakukan adalah tanggung jawab Anda sendiri.

From → Code Blue

6 Comments
  1. Jadi mikir mikir nih🙂

    • Halo, duniaely! Apa kabar? Senang ketemu di sini.
      Btw mikir apanya ya? Artikelnya? Kerajinan bloggernya?..🙂

  2. kabar baik,makasih, gmn kbrnya di sana?🙂

    Mikir artikelnya dong🙂

    • Kabar baik juga. Oya kalau boleh tahu, mikirnya itu karena ada bagian yang terasa ribetkah? Buat feedback saja, karena berarti ‘ada yang salah’ dengan post-nya (maunya menjelaskan, tapi malah membingungkan).🙂

  3. Mungkin karena aku blom bgt byk ngeh ya jadi buatku terasa ribet memang, jd hrs berulang ulang baca mungkin baru akan ngerti, beda mungkin sama mereka yg suka dalam hal ini🙂

    • Hmm iya, berarti ada yang kurang pas dengan tulisannya, karena itu memang dibuat untuk mereka yang tidak terlalu suka.🙂 Ok, trims feedback-nya, buat bekal tulisan berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s