Skip to content

Teman Setia

Memang susah, Yin

Kalo dari kecil, kita liatnya melulu orang kelahi

Bukan indahnya kasih sayang penyejuk hati

yang hembuskan tentram menggugah inspirasi

Tapi nada-nada tinggi tanpa simpati

yang ingin pihak lain tampak buruk tiap kali bunyi

Persis kaya di TV

He..he..

Terusin mbaca…

Mbuèn

Di masa embrio, saat kedai belum buka, di rumah yang kemudian menjadi t’Buko kadang ‘digelar’ nonton bareng (dengan jumlah ‘massa’ 2-3 orang). Salah satu film yang sempat diputar adalah The Shawshank Redemption karya Frank Darabont tahun 1994 yang berkisah tentang kehidupan orang-orang penjara. Dalam film tersebut ada mencuat satu kata yang lumayan menggelitik: institutionalized.

Baca terus…

Maaf..

Nyaris satu bulan sudah, sejak posting yang terakhir (Air Api). Di luar perkiraan, ternyata praktis setiap hari ada saja yang singgah—hari ini satu, esok empat, lusa dua dan sebagainya. Hampir tidak ada hari berlalu tanpa minimal satu orang visitor. Memang bisa saja yang datang adalah tamu tak sengaja, akan tetapi melihat kontinuitas yang relatif terjaga selama satu bulan penuh tanpa posting baru, maka bukan tidak mungkin para pengunjung tersebut (paling tidak sebagian besar dari mereka) adalah para ‘regular’ (mereka yang sebelumnya pernah singgah, dan memutuskan untuk kembali). Ini tentu membesarkan hati, sekaligus mungkin juga mengesalkan. Membesarkan hati bagi blogger, mengesalkan bagi pengunjung yang bersangkutan. Dengan ini, saya mohon maaf.

*****

———————

NB:
Selama sekitar satu minggu, hit counter akan muncul
Ternyata blog minim konten hemat dialog ini ada juga pengunjungnya
Terima kasih :)

Air api

Paragraf awal yang diberi pewarnaan seperti ini menandakan bahwa di t’Buko, bahasan yang ada dalam posting yang bersangkutan (termasuk posting ini) adalah relatif segmented. Pengobrolnya agak terbatas.

Konon, saat gelombang pendatang mulai tiba dan menyebar di daratan yang baru ditemukan, terjadilah pertempuran dengan penduduk asli. Pihak pendatang untung, penduduk asli bertempur sendiri-sendiri—tidak bersatu (karena antar mereka sendiri memang suka berkelahi). Meski unggul senjata, pendatang kewalahan karena lawan lebih nekat (tak takut mati) dan lebih menguasai medan (biasa hidup di alam liar). Putar akal, pendatang mencoba jurus yang berbeda. Suku-suku yang tidak terlalu menunjukkan sikap bermusuhan didatangi, dengan sikap penuh hormat. Sebagai tanda iktikad baik, tak lupa mereka bawa hadiah—peti berisi air ajaib, yang jika diminum tidak menyejukkan dahaga, tetapi justru membakar tubuh. Orang Indian menyebutnya ishkodewaaboo—yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris berarti firewater. Air api. Whiskey. Baca terusannya…

Udin Zen – penghubung tongkat estafet

Semua orang mafhum. Di t’Buko, jika seseorang tiba-tiba ditawari ‘jabatan’ menjadi semacam program director untuk mengetuai sebuah acara tertentu, sebenarnya yang bersangkutan cuma diminta untuk memperbanyak pundi amal—pusing memikirkan persiapannya selama dua atau tiga hari sebelumnya, serta siap kerja dari petang hingga lewat tengah malam pada hari-H (meskipun jika itu adalah hari kerja). Lalu, imbalan yang sang Director (dan segenap team) terima untuk semua jerih payah itu? Sebuah ucapan terima kasih. Dan bukan yang lain—yang jauh lebih lazim. Lanjutkan membaca…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.